KHAZANAH

Vaksinasi Bagi Kucing, Begitu Pentingkah?

Harkam Tujantri | Jumat, 25 Juli 2014 - 14:43:03 WIB | dibaca: 6810 pembaca

Kematian, betapa menakutkan.  Bila  boleh memilih, kita tentu tak ingin kematian menjemput mereka,kucing-kucing kesayangan kita.  Tetapi kematian tak pula bisa ditolak. “Ah itu takdir Tuhan. Kita mesti mengikhlakannya,”  Kalimat itu selalu saya lontarkan untuk menghibur diri dari kesedihan setiap ditinggal pergi oleh  mereka, anak-anak berbulu yang  sudah beberapa tahun ssaya pelihara. Namun kematian Unying membuat saya  sangat terpukul.  Kenapa ia pergi justru disaat ia sudah saya anggap pulih dari  penyakitnya.
Unying, begitu saya memberinya nama, karena arna bulunya yang dominan kuning.  Ia adalah titipan seorang teman yang mendapatinya dalam kondisi mengenasakan. Matanya kanannya nyaris pecah, satu giginya  patah dan satunya bengkok ke arah luar. Rahangnya juga goyah.  Karena teman saya tidak bisa meraatnya,  ia meminta saya membawa Unying ke dokter.  Dengan perjuangan berat, saya membawa Unying ke klinik.  Matanya harus dioperasi danbola matanya dibuang. Pasca operasi selama sebulan  Unying harus bolak balik ke klinik untuk diperiksa.  Setelah dinyatakan  pulih, ia  dirawat rumah.  Karena biasa di jalanan, Unying nampak seperti selalu kelaparan. Makannyaa banyak.  Saya berhasil menambah berat  badannya sekilo dalam dua bulan.
Tapi tiba-tiba Unying pilek. Hidungnya seperti tersumbat lendir.  Selera makannya jauh menurun. Saya usahakan memberinya makan dengan spet agar ia tetap makan.  Meski ia massih bisa makan dengan dipaksa, saya tetap khawatir. Lalu membawanya ke klinik, diberi obat untuk 5 hari. Minggu depannya ia harus dibawa lagi untuk pemeriksaan selanjutnya. Saya sangat senang karena ia sudah mulai berangsur baik. Hingga seluruh obatnya habis, saya senang sekali.  Tapi entah kenapa, saat hari terakhir  obatnya tuntas, ia kembali tidak memiliki selera makan.  Kejadiannya begitu cepat. Hari kedua, paginya, saat saya bangun, kebiasaan saya begitu bangun adalah mengecek seluruh anak-anak,   saya dapati Unying tergeletak di kandangnya. Dari mulutnya keluar darah.  Saya menjerit, menangis dan meratapi kepergian Unying.  “Kematian Unying adalah takdir. Saya harus mengikhlaskannya.” Begitu selalu saya berucap  bila ada  anak-anak yang pergi dijemput oleh pemiliknya, ke surga.
Setelah Unying pergi, saya mendengar kabar, dua  pemilik kucing yang bersamaan jadwal  berobatnya dengan Unying juga  bernasib sama.  Mereka juga pergi menghadap penciptanya.  Meski itu juga takdir, tapi kenapa  bisa bersamaan?  Ternyata dalam kurun  waktu berdekatan beberapa kucing mengalami nasib yang sama. Mungkinkah ini virus? Setelah digali lebih jauh, ternyata seluruh kucing yang “pergi” itu tak pernah divaksin.  Begitu pentingkah vaksinasi bagi kucing?
“Selama bertahun-tahun saya memelihara kucing, bahkan puluhan kucing, saya  tidak pernah memberi vaksin mereka. Toh mereka aman-aman saja,” ungkap seorang cat lovers  suatu ketika kepada saya.  “toh  ada juga kucing si anu yang sudah divaksin, juga mati,”  kata Cat lover lainnya.
Merujuk pengalaman pribadi saya, ketika kami memiliki kucing belum sebanyak sekarang, secara bergiliran saya memberi vaksin kucing piaraan kami. Setelah saya perhatikan, kucing angkatan pertama kami, memang jarang sakit.  Mulai dari Aboe, kucing pertama kami, yang sekarang menjadi Ibu Suri Kanjeng ratu di Kerajaan kucing bunda,  lalu Item, Lalang, Li Ling, Bibi,  dan Kefil. Kemudian angkatan  kedua, anak Aboe, hanya Tyan yang sempat di vaksin.  Selain itu saya disibukkan dengan urusan steril mereka agar tak bertambah banyak. Jadi kami memiliki kesempatan mengadopsi atau rescue kucing dari  jalanan. Pada angkatan kedua, kami mulai banyak menghadapi persoalan dalam kesehatan anak-anak.
“Vaksin itu layaknya seorang satpam di sebuah  perumahan,” kata Dokter hewan Hanif Fadly dalam sebuah dialog.  Kalau ada satpam, maka kemalingan di perumahan itu bisa dicegah. Kalau  kompleksnya aman-aman saja  tidak ada  maling ya, satpamnya tidak  dibutuhkan  orang. Tapi coba musim maling seperti  libur lebaran misalnya, pas malingnya datang, semuanya bablas. Habislah semuanya. “Bagi pemilik kucing  yang jumlahnya banyak, disarankan untuk vaksin.  Terutama para penjual kucing, seharusnya memvaksin secara rutin  ibunya.  Bila ibu sudah divakssin, selama  anaknya menyusui, maka ia akan mempunyai  kekebalan tubuh yang diturunkan ibunya,”  tambah Hanif.
Selain itu menurut Hanif,  diperlukan penguatan daya tahan tubuh dengen memberi mereka vitamin. Apalagi dalam musim pancaroba yang sangat rentan bagi kesehatan kucing. Dalam pengamatan Hanif, dari data yang ia input ejak lima tahun belakangan, sepertinya setiap tahun ada musimnya virus panleu menyerang kucing.  Tapi ia tidak bisa memastikan pada bulan-bulan apa saja, sebab bulannya selalu berubah. Misalnya tahun 2011 virusnya menyerang pada bulan September, lalu di tahun 2012 ada lagi tapi di bulan Juni. Kebanyakan pada musim pancaroba.
Menurut Hanif, vaksin sudah bisa diberikan kepada kucing dalam usia 3 bulan.Dapat diberikan vaksin tricat (purevax/felocell3). Dilanjut sebulan kemudian dengan  vaksin yang sama atau tetracat (felocell4). Dua minggu kemudian bisa diberikan vaksin rabies. Setelah itu  diulang setahun sekali tricat/tetracat
Beberapa  jenis vaksinasi  kucing
1.    Feliniffa (Dipergunakan untuk imunisasi terhadap  infeksi virus panleucopenia)
2.    Leucorifellin Tricat (Vaksin gabungan melawan 3 penyakit yang membahayakan diantaranya panleucopenia, herpesvirus dan calcivirus)
3.    Rabisin (digunakan untuk imunisasi terhadap ancaman rabies)
 Sebagai gambaran, seorang Cat Lover pernah dititpi temannya seekor kucing, yang dia sama sekali tidak mengetahui  kalau kucing itu positif kena panleucopenia. Akibatnya Tujuh  kucing di rumahnya tertular dan mati secara berturut-turut.  Setelah perisstiwa itu  semua tempat ssudah didesinfektan. Setahun kemudian dia foster kucing lagi, berujung kematian positif panleu.  Begitu seterusnya hingga kurun 4 tahun.   Bisa dibayangkan, virus panleu masih bisa bertahan dalam kurun 4 tahun entah lebih. Begitu dahsyatnya kekuatan virus yang celakanya tak terlihat dalam kasat mata.  (bunda kerajaan kucing)










    Komentar Via Website : 138
    Pengobatan Syaraf Kejepit Di Punggung Paling Ampuh
    29 Januari 2016 - 11:51:08 WIB
    Thanks admin sudah berbagi info yang menarik dan semoga bermanfaat.
    Pengobatan Syaraf Kejepit Di Leher Paling Ampuh
    30 Januari 2016 - 10:54:01 WIB
    Thanks sudah memposting berita semoga bermanfaat.
    Cara Mengatasi Keputihan
    30 Januari 2016 - 15:02:14 WIB
    Terima kasih admin sudah memposting berita semoga bermanfaat.
    Obat Tradisional Syaraf Kejepit Di Tulang Ekor
    01 Februari 2016 - 08:47:28 WIB
    Terima kasih sudah menyajikan berita yang menarik, semoga bermanfaat.
    Obat Syaraf Kejepit Di Punggung Paling Ampuh
    02 Februari 2016 - 11:00:26 WIB
    Thanks admin untuk beritanya.
    Obat Benjolan Di Leher Paling Mujarab
    25 Februari 2016 - 15:53:03 WIB
    Senang bisa berkunjung kehalaman anda untuk memperbaharui berita dan saya tunggu ya berita terbarunya.
    Pengobatan Benjolan Di Dalam Payudara Paling Efektif
    15 Maret 2016 - 14:57:15 WIB
    Muantappp juragan beritanya. | http://goo.gl/k57kKh |
    Obat Kista Ovarium
    16 Maret 2016 - 15:06:40 WIB
    Terima kasih sudah berbagi beritanya.
    Obat Paling Ampuh Benjolan Di Miss V Tanpa Operasi
    17 Maret 2016 - 09:18:34 WIB
    Okeh muantappp beritanya juragan.
    Cara Pengobatan Benjolan Di Rahim Tanpa Operasi
    18 Maret 2016 - 13:29:07 WIB
    Muantappp juragan beritanya semoga bermanfaat.


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)