KHAZANAH

Vaksinasi Bagi Kucing, Begitu Pentingkah?

Harkam Tujantri | Jumat, 25 Juli 2014 - 14:43:03 WIB | dibaca: 7978 pembaca

Kematian, betapa menakutkan.  Bila  boleh memilih, kita tentu tak ingin kematian menjemput mereka,kucing-kucing kesayangan kita.  Tetapi kematian tak pula bisa ditolak. “Ah itu takdir Tuhan. Kita mesti mengikhlakannya,”  Kalimat itu selalu saya lontarkan untuk menghibur diri dari kesedihan setiap ditinggal pergi oleh  mereka, anak-anak berbulu yang  sudah beberapa tahun ssaya pelihara. Namun kematian Unying membuat saya  sangat terpukul.  Kenapa ia pergi justru disaat ia sudah saya anggap pulih dari  penyakitnya.
Unying, begitu saya memberinya nama, karena arna bulunya yang dominan kuning.  Ia adalah titipan seorang teman yang mendapatinya dalam kondisi mengenasakan. Matanya kanannya nyaris pecah, satu giginya  patah dan satunya bengkok ke arah luar. Rahangnya juga goyah.  Karena teman saya tidak bisa meraatnya,  ia meminta saya membawa Unying ke dokter.  Dengan perjuangan berat, saya membawa Unying ke klinik.  Matanya harus dioperasi danbola matanya dibuang. Pasca operasi selama sebulan  Unying harus bolak balik ke klinik untuk diperiksa.  Setelah dinyatakan  pulih, ia  dirawat rumah.  Karena biasa di jalanan, Unying nampak seperti selalu kelaparan. Makannyaa banyak.  Saya berhasil menambah berat  badannya sekilo dalam dua bulan.
Tapi tiba-tiba Unying pilek. Hidungnya seperti tersumbat lendir.  Selera makannya jauh menurun. Saya usahakan memberinya makan dengan spet agar ia tetap makan.  Meski ia massih bisa makan dengan dipaksa, saya tetap khawatir. Lalu membawanya ke klinik, diberi obat untuk 5 hari. Minggu depannya ia harus dibawa lagi untuk pemeriksaan selanjutnya. Saya sangat senang karena ia sudah mulai berangsur baik. Hingga seluruh obatnya habis, saya senang sekali.  Tapi entah kenapa, saat hari terakhir  obatnya tuntas, ia kembali tidak memiliki selera makan.  Kejadiannya begitu cepat. Hari kedua, paginya, saat saya bangun, kebiasaan saya begitu bangun adalah mengecek seluruh anak-anak,   saya dapati Unying tergeletak di kandangnya. Dari mulutnya keluar darah.  Saya menjerit, menangis dan meratapi kepergian Unying.  “Kematian Unying adalah takdir. Saya harus mengikhlaskannya.” Begitu selalu saya berucap  bila ada  anak-anak yang pergi dijemput oleh pemiliknya, ke surga.
Setelah Unying pergi, saya mendengar kabar, dua  pemilik kucing yang bersamaan jadwal  berobatnya dengan Unying juga  bernasib sama.  Mereka juga pergi menghadap penciptanya.  Meski itu juga takdir, tapi kenapa  bisa bersamaan?  Ternyata dalam kurun  waktu berdekatan beberapa kucing mengalami nasib yang sama. Mungkinkah ini virus? Setelah digali lebih jauh, ternyata seluruh kucing yang “pergi” itu tak pernah divaksin.  Begitu pentingkah vaksinasi bagi kucing?
“Selama bertahun-tahun saya memelihara kucing, bahkan puluhan kucing, saya  tidak pernah memberi vaksin mereka. Toh mereka aman-aman saja,” ungkap seorang cat lovers  suatu ketika kepada saya.  “toh  ada juga kucing si anu yang sudah divaksin, juga mati,”  kata Cat lover lainnya.
Merujuk pengalaman pribadi saya, ketika kami memiliki kucing belum sebanyak sekarang, secara bergiliran saya memberi vaksin kucing piaraan kami. Setelah saya perhatikan, kucing angkatan pertama kami, memang jarang sakit.  Mulai dari Aboe, kucing pertama kami, yang sekarang menjadi Ibu Suri Kanjeng ratu di Kerajaan kucing bunda,  lalu Item, Lalang, Li Ling, Bibi,  dan Kefil. Kemudian angkatan  kedua, anak Aboe, hanya Tyan yang sempat di vaksin.  Selain itu saya disibukkan dengan urusan steril mereka agar tak bertambah banyak. Jadi kami memiliki kesempatan mengadopsi atau rescue kucing dari  jalanan. Pada angkatan kedua, kami mulai banyak menghadapi persoalan dalam kesehatan anak-anak.
“Vaksin itu layaknya seorang satpam di sebuah  perumahan,” kata Dokter hewan Hanif Fadly dalam sebuah dialog.  Kalau ada satpam, maka kemalingan di perumahan itu bisa dicegah. Kalau  kompleksnya aman-aman saja  tidak ada  maling ya, satpamnya tidak  dibutuhkan  orang. Tapi coba musim maling seperti  libur lebaran misalnya, pas malingnya datang, semuanya bablas. Habislah semuanya. “Bagi pemilik kucing  yang jumlahnya banyak, disarankan untuk vaksin.  Terutama para penjual kucing, seharusnya memvaksin secara rutin  ibunya.  Bila ibu sudah divakssin, selama  anaknya menyusui, maka ia akan mempunyai  kekebalan tubuh yang diturunkan ibunya,”  tambah Hanif.
Selain itu menurut Hanif,  diperlukan penguatan daya tahan tubuh dengen memberi mereka vitamin. Apalagi dalam musim pancaroba yang sangat rentan bagi kesehatan kucing. Dalam pengamatan Hanif, dari data yang ia input ejak lima tahun belakangan, sepertinya setiap tahun ada musimnya virus panleu menyerang kucing.  Tapi ia tidak bisa memastikan pada bulan-bulan apa saja, sebab bulannya selalu berubah. Misalnya tahun 2011 virusnya menyerang pada bulan September, lalu di tahun 2012 ada lagi tapi di bulan Juni. Kebanyakan pada musim pancaroba.
Menurut Hanif, vaksin sudah bisa diberikan kepada kucing dalam usia 3 bulan.Dapat diberikan vaksin tricat (purevax/felocell3). Dilanjut sebulan kemudian dengan  vaksin yang sama atau tetracat (felocell4). Dua minggu kemudian bisa diberikan vaksin rabies. Setelah itu  diulang setahun sekali tricat/tetracat
Beberapa  jenis vaksinasi  kucing
1.    Feliniffa (Dipergunakan untuk imunisasi terhadap  infeksi virus panleucopenia)
2.    Leucorifellin Tricat (Vaksin gabungan melawan 3 penyakit yang membahayakan diantaranya panleucopenia, herpesvirus dan calcivirus)
3.    Rabisin (digunakan untuk imunisasi terhadap ancaman rabies)
 Sebagai gambaran, seorang Cat Lover pernah dititpi temannya seekor kucing, yang dia sama sekali tidak mengetahui  kalau kucing itu positif kena panleucopenia. Akibatnya Tujuh  kucing di rumahnya tertular dan mati secara berturut-turut.  Setelah perisstiwa itu  semua tempat ssudah didesinfektan. Setahun kemudian dia foster kucing lagi, berujung kematian positif panleu.  Begitu seterusnya hingga kurun 4 tahun.   Bisa dibayangkan, virus panleu masih bisa bertahan dalam kurun 4 tahun entah lebih. Begitu dahsyatnya kekuatan virus yang celakanya tak terlihat dalam kasat mata.  (bunda kerajaan kucing)










    Komentar Via Website : 213
    Gejala Kanker Rahim Stadium Awal
    15 Januari 2018 - 11:58:07 WIB
    Dengan banyaknya informasi yang anda sajikan, maka tidak bosen kami mengunjunginya ? https://goo.gl/231grN | https://goo.gl/UG0vFL | https://goo.gl/vFp1dX | https://goo.gl/ohFziI | https://goo.gl/HynJt1
    cara mengobati gondok
    18 Januari 2018 - 09:55:55 WIB
    terimakasih banyak https://goo.gl/hXoLFA
    Cara Mengolah Daun Sirsak Untuk Mengobati Berbagai Macam Penyakit
    20 Januari 2018 - 20:47:58 WIB
    Cara Mengolah Daun Sirsak Untuk Mengobati Berbagai Macam Penyakit

    http://goo.gl/4KkNm6
    Cara Mengobati Penyakit Diabetes Yang Sudah Parah
    23 Januari 2018 - 14:11:34 WIB
    Cara Mengobati Penyakit Diabetes Yang Sudah Parah

    http://goo.gl/ztJUhR
    Obat Jantung Bengkak Herbal Paling Ampuh
    25 Januari 2018 - 11:10:47 WIB
    Wow that was odd. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear.
    Grrrr… well I’m not writing alll that over again. Anyways,
    just wanted to say fantastuc blog!
    Pengobatan Tradisional Osteoporosis Herbal Dan Alami
    26 Januari 2018 - 09:12:37 WIB
    Pengobatan Tradisional Osteoporosis Herbal Dan Alami

    http://goo.gl/MiWJ3c
    Cara Mengobati Miom Dengan Obat Herbal Alami Terbukti Ampuh
    27 Januari 2018 - 08:50:20 WIB
    Cara Mengobati Miom Dengan Obat Herbal Alami Terbukti Ampuh


    http://goo.gl/baMK1Z
    cara mengobati kanker prostat
    27 Januari 2018 - 09:22:08 WIB
    terimakasih banyak https://goo.gl/MzNURr
    Manfaat Daun Cincau Dan Cara Pengolahannya
    29 Januari 2018 - 10:27:32 WIB
    Manfaat Daun Cincau Dan Cara Pengolahannya


    http://goo.gl/MS3kMJ


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)