Kisah

Ketika Saodah Mudik

Harkam Tujantri | Senin, 21 Juli 2014 - 10:29:36 WIB | dibaca: 1783 pembaca

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di Indonesia. Tidak hanya bagi kalangan berduit, tapi juga bagi  pegawai biasa, pembantu rumah tangga, bahkan buruh pabrik sekalipun. Mereka menganggap mudik adalah keharusan setelah setahun bekerja. Beberapa perusahaan besar di Jakarta, malah menyediakan  bus khusus untuk kebutuhan mudik bagi karyawannya yang akan pulang kampung ke daerah Jawa sana.

Begitu juga halnya bagi perantau Minang  di seluruh Indonesia. Ada yang pulang mudik secara pribadi, berkonvoi (bila menggunakan mobil) atau pulang basamo yang sudah dirancang jauh-jauh hari oleh perhimpunan kampung mereka di rantau. Mudik sudah menjadi hal yang biasa dan membudaya di kalangan masyarakat perantau.  Hal yang luar biasa adalah bila yang mudik itu sekelompok kucing. Ternyata kucing juga ikut mudik.

Memelihara seekor atau lebih kucing di rumah, membuat pemiliknya kebingungan saat mudik lebaran. Karena sehari-hari mereka- pasukan kucing ini perlu diberi makan. Kalau ditinggal, tak ada yang mengurus karena pembantu juga ikut mudik. Bagaimana mungkin meninggalkan hewan kesayangan si tuan rumah itu ditinggal berhari-hari tanpa diberi makan?

Sebagian besar pemilik hewan manis ini tak ingin mengambil resiko kucingnya akan kelaparan, dehidraasi, atau sakit bahkan bisa meninggal bila kekurangan makan dan minum. Mereka memilih menitipkan kucing mereka di Pet Shop atau penitipan hewan agar kucing mereka selamat dan nyaman. Belakangan,  terutama di kota-kota besar, banyak alternatif tempat jasa penitipan hewan peliharaan seperti di Pet Shop dengan berbagai kemudahan. Di kota Padang sudah ada beberapa tempat penitipan hewan.  Bahkan tempat penitipan itu juga dilengkapi dengan dokter hewan  agar kesehatan hewan titipan ini dapat dikontrol.

Fani, misalnya, memilih tempat penitipan hewan agar ia sekeluarga dapat mudik dengan tenang.  Gadis, mahasiswa perguruan tinggi negeri di Padang ini menitipkan kucing angoranya di sebuah Pet Shop jalan Ujung Gurun Padang.  Menurut Fani, biasanya saat mudik, ia membawa kucingnya serta. Tapi karena saat ini  tengah menyusui, ia tak tega membiarkan si Cloudy  kelelahan dalam perjalanan lantaran harus membawa juga  dua anaknya yang tengah menyusui “Kita titipkan aja di sini,” katanya kepada padangmedia.com, sehari menjelang Idul Fitri lalu.

Jasa penitipan itu, kata Fani,  bisa menjamin Cloudy, nama yang ia berikan untuk angora kesayangannya, tetap terjaga makannya. Biaya untuk jasa penitipan kucing perharinya Rp. 40.000/ekor. Karena Cloudy  masih menyusui, dan anaknya belum satu bulan, jadi, dua anaknya yang imut itu tak dikenakan biaya. “Tapi kalau anaknya sudah lebih dua bulan, ia terhitung sama dengan induknya,” kata Gusrial, karyawan Pet Shop tempat Fani menitipkan Cloudy.

Berbeda dengan Fani, Rina (45) seorang ibu rumah tangga  malah membawa kucingnya mudik. Tidak tanggung-tanggung, persianya  yang ikut mudik itu berjumlah 4 ekor. Bisa dibayangkan betapa riuhnya kucing-kucing ini selama perjalanan bercengkerama dengan anak-anak Rina. “Kami sudah sering membawanya jalan-jalan, Jadi mereka tidak mabuk di perjalanan, Malah induknya si Saodah, meloncat dan berkeliaran dalam mobil,” kata Rina yang mudik ke Padang dengan Grand Lavinanya.

Sebagai pencinta kucing, Rina memiliki 12 ekor kucing di rumahnya, 4 diantaranya Persia. Karena kucing persia harus dirawat khusus, makanya hanya Persia yang dibawanya mudik. Sementara 8 ekor kucing kampung, ia titipkan pada satpam penjaga perumahan dimana mereka tinggal.

Saodah dengan anaknya Kimba, Mumu dan Momo terlihat sangat enjoy dalam perjalanan. Bayangkan betapa membosankannya sehari perjalanan Jakarta – Padang dan hanya beberapa  kali beristrahat. Tetapi Saodah malah melompat-lompat kegirangan saat melihat weaper mobil bergerak-gerak ketika gerimis turun. Bahkan saat menunggu fery di penyeberangan, ia celingak celinguk di balik kaca dan duduk di atas dash board mobil agar lebih leluasa melihat pemandangan luar.

Bukan hal mudah tentunya. Rina mengaku mempersiapkan jauh hari kebutuhan Saodah anak beranak selama mudik. Ia khawatair, nanti di kampung tak ada orang menjual makanan yang biasa ia berikan pada kucingnya. Selain makanan, Rina juga menyiapkan pasir, untuk kebutuhan Saodah buang air besar dan kecil.

Selama  di perjalanan, Saodah dan 3 anaknya disediakan kandang yang terbuka bagian atasnya. Mereka diletakakn dalam satu kandang yang diposisikan pada tempat datar diantara tumpukan barang-barang lainnya. Selang beberapa jam, mereka dibebaskan keluar, memilih posisi sendiri. Kimba lebih suka duduk di bawah jok depan yang agak hangat. Mumu dan Saodah  lebih gemar berpindah-pindah dari depan ke belakang dan kembali ke depan. Sementara Momo, lebih nyaman dipangkuan Aisha, putri bungsu Rina.  “Aisha memang suka memeluk kucingnya sambil tiduran di jok paling belakang. Beda dengan Zykria yang merasa geli  saat tersentuh bulu persianya,” jelas ibu tiga anak itu.

Rina, suami dan anak-anaknya memang pencinta kucing. Jadi ketika hendak mudik, semuanya sibuk mempersiapkan kebutuhan Saodah cs. Bahkan si bungsu Aisha mengingatkan agar tak lupa membawa alas tidur  Kimba. .

Rina mengaku  kerap mengajak Persianya  bila melakukan perjalanan keluar kota bersama keluarganya, ke Bandung misalnya. Bahkan berakhir pekan ke Kawah Putih sebelum Ramadhan lalu, kucing persianya juga ikut liburan.

Selama perjalanan, di dalam mobil pasukan kucing ini dimasukkan ke dalam kandangnya. Bila mulai gelisah, mereka dibebaskan berkeliaran di dalam mobil. Saat istirahat, apakah di rumah makan, di rest area atau di Pertamina saat pengisian bensin, Saodah dan anak-anaknya diberi makan. Saat itu ketiga anak Rina bertanggung jawab mengurusi makan sekaligus menyiapkan baskom pasir yang khusus disediakan untuk persia-persianya. “Saya juga heran, mereka sepertinya sudah terlatih. Mereka tidak  mau pup sembarangan. Saat kita berhenti, langsung disiapkan baskom pasirnya, mereka berebutan untuk pup. Mungkin sebelumnya mereka sudah ingin Pup tapi karena tidak ada pasirnya mereka membatalkan niat Pup. Begitu ada pasir, mereka berebutan. Ternyata kucing juga bisa dilatih,” ungkap Rina.

Menikmati suasana baru di tempat orang tua Rina, Saodah cs tidak begitu resah. Seperti kebanyakan kucing, bila berpindah tempat, ia butuh waktu agak lama menyesuaikan diri. Bahkan pada Persia, ada juga yang sempat stres di lingkungan baru. Bagi  Saodah rupanya tak bermasalah. Selama beberapa hari mudik di rumah nenek Aisha, Saodah malah aman-aman saja. Ia bebas berkeliaran di dalam rumah, berlarian ke seluruh ruangan. Hebatnya, Saodah, Kimba, Mumu dan Momo tak marah bila dipeluk siapapun. Ia tetap merasa nyaman dalam gendongan, dipeluk atau dicowel oleh seisi rumah yang sebagian besar orang baru baginya. Selamat mudik Saodah.  (nita indrawati)










Komentar Via Website : 18
pxrv
20 Desember 2016 - 14:52:35 WIB
Good info bos... Beso ditambah yang lain lagi ya. Sekedar saran hehe...
http://langsung.top/jasa-seo-terbaik/ | https://seomurah.xyz/jasa-seo/
Ine
29 Desember 2016 - 04:51:24 WIB
Infonya sangat bermanfaat pak, tambah lagi dong...
http://saksirku.com | http://www.isric.org/users/jasa-seo/
Read Hostmonster Review 2017 at http://besthost.site/hostmonster-review/
Ellin
22 Januari 2017 - 05:32:26 WIB
Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan bagusnya web anda kecuali GREAT!!!
Catering Bali http://www.cateringblessing.com/ | Agen Pulsa Murah http://pulsamurah212.com | Berita Bola http://fantasistabola.co.id | Master Jasa SEO http://www.masterjasaseo.id/
Site Obat Herbal
08 Februari 2017 - 08:43:50 WIB
Cara Mengobati Stroke Berat Terbaik
23 Maret 2017 - 09:20:06 WIB
Semoga dipertemukan dengan orang yang lebih baik lagi dari dia ? http://goo.gl/P2L3F1 | http://goo.gl/YiXMDe | http://goo.gl/1ixVWA | http://goo.gl/pRWjrY | http://goo.gl/cikUbs
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)